Ketikan Tangan
Mengenang hari-hari kemarin
Mengira hari-hri berikutnya
Mensyukuri akan hadirnya hari ini
Kuhembuskan nafas yang teramat dalam
Seakan ini adalah nafas terakhirku
Saat aku akan meraih sebuah keabadian
Tak ada yang abadi di dunia
Yang abadi hanyalah ketidak abadian
Waktu seakan tak mau sejenak beristirahat
Hanya ada aku yang masih terdiam dalam lamunan, disini
Terang dan gelap
Mengapa tak selamanya kurasakan bahagia
Berlarilah meraih impian itu dengan sekuat tenaga
Cinta Abadi
Kumulai bait ini dengan lamunanMengenang hari-hari kemarin
Mengira hari-hri berikutnya
Mensyukuri akan hadirnya hari ini
Kuhembuskan nafas yang teramat dalam
Seakan ini adalah nafas terakhirku
Saat aku akan meraih sebuah keabadian
Tak ada yang abadi di dunia
Yang abadi hanyalah ketidak abadian
Waktu seakan tak mau sejenak beristirahat
Hanya ada aku yang masih terdiam dalam lamunan, disini
Terang dan gelap
Suka dan Duka
Manis dan Pahit
Semuanya datang dan pergi silih berganti
Mengapa tak selamanya kurasakan bahagia
Mengapa tak selamanya kurasakan hangat
Mengapa tak selamanya kurasakan sehat
Dan Mengapa Cinta tak selamanya kurasakan
Hidup seperti roda
Kadang di atas ,kadang di bawah
Namun,seberapa lama roda itu diatas atau dibawah
Biarlah sang pencipta yang menentukan
Berlarilah meraih impian itu dengan sekuat tenaga
Tertawalah dengan sepenuh rasa selagi kau sempat
karena akan tiba waktunya untuk jiwamu
untuk beristirahat dalam keabadian..

kerennya puisi ta.. mau k juga blajar merangkai kata2 seperti itu...
BalasHapus